Bakorwil Jadi Pusat Kendali Aglomerasi, Gubernur Jateng Satukan Ekonomi Solo Raya

“Tambahan tiga persen untuk mencapai delapan persen tidak akan tercapai jika kita masih menggunakan pola lama, berjalan sendiri-sendiri tanpa konsolidasi kawasan,” kata Ferry.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan, karakter investasi di Solo Raya terbagi jelas antara Kota Surakarta dan wilayah kabupaten penyangga.

“Kota Solo didominasi investasi sektor hotel, restoran, dan kafe karena kuat di pariwisata dan ekonomi kreatif. Sementara Karanganyar, Sragen, dan Boyolali lebih diminati investor asing karena kawasan industrinya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Rizal Bawazier Ragukan Klaim Kontribusi Pajak Pertamina Rp159 Triliun dan Soroti Penutupan Pertashop

Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp 88,50 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp 50,86 triliun dan PMDN Rp 37,64 triliun, dengan total 105.078 proyek dan penyerapan tenaga kerja 418.138 orang.

Outlook Ekonomi Solo Raya 2026 menjadi forum awal penyamaan visi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan, sekaligus menandai arah baru pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Tengah. (*)