Brebes  

Bahasa Brebesan dan Sunda Digunakan di Upacara Hari Jadi Brebes Ke-348

BREBES, smpantura – Upacara Peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes tahun 2026 ada yang terasa berbeda, Minggu (18/1/2026). Selain semua peserta memakai baju ada jawa, upacara kali ini bahasa yang digunakan juga Bahasa Brebesan dan Sunda.

Upacara di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes ini, di pimpin Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Wilayah kabupaten Brebes yang berada di daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, masyarakatnya dalam keseharian menggunakan dua bahasan daerah. Sebagian wilayah memakai Bahasa Ngapak Brebesan dan sebagian lagi memakai Bahasa Sunda.

“Alhamdullilah, ning dina sing nggawe bungah kiye, dewek kabeh bisa mringati dina dadine Kabupaten Brebes sing ping telungatus patang puluh wolu taun,” kata Bupati Paramitha dalam Bahasa Brebesan, saat memberikan sambutan.

Paramitha mengatakan, sebagai pengingat sejarah perjuangan Brebes, Pemkab Brebes melaksanakan napak tilas sejarah. Berjalan dari Pendopo Kabupaten menuju Kecamatan Songgom. Perjalanan batin, perjalanan nilai, untuk mengenang dan meneladani semangat perjuangan salah satu tokoh besar Brebes. Yakni, KH Syahtori.

BACA JUGA :  Tipu Janjikan Masuk P3K, Pemkab Brebes Pecat Seorang ASN Satpol PP

“Saka lakune Kyai Haji Syahtori, dewek bisa sinau bab artine pengorbanan, persatuan, lan wani teteg ngabdi ora pamrih. Yen jare pepatah Jawa, sepi ing pamrih, rame ing gawe,” sambung Bupati.

Capaian Kinerja

Bupati juga mengungkapkan, capaian kinerja dan prestasi Kabupaten Brebes di tahun 2025 di antaranya, pertumbuhan ekonomi triwulan I hingga III rata-rata mencapai 6,08 persen. Angka kemiskinan berhasil di Brebes turunkan menjadi 14,15 persen. Tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 8 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 71,18 persen.