Yuli menambahkan, tantangan utama pengelolaan TPA Bokong Semar pada tahun 2026 adalah kondisi cell yang mulai penuh serta akses jalan yang belum memadai.
“Ini yang menjadi perhatian utama kami dan juga Komisi III agar pengelolaan sampah ke depan bisa lebih optimal,” kata Yuli. (**)


