TPA Bokong Semar sendiri memiliki luas lahan sekitar 14 hektar, namun baru terbangun sekitar 2,5 hektar.
Pembangunan TPA di mulai sejak tahun 2022 dan berlanjut pada 2025 dengan total anggaran Rp 3,85 miliar.
Anggaran tersebut di gunakan untuk pembangunan akses jalan sebesar Rp 1,55 miliar, instalasi pengolahan lindi atu IPL Rp 2 miliar serta jaringan listrik senilai Rp 300 juta.
Anggaran 2026
Untuk tahun 2026, DLH mengalokasikan anggaran murni APBD sebesar Rp 6,7 miliar.
Anggaran itu antara lain untuk pembangunan hanggar TPST Rp 2,8 miliar, pengadaan mesin RDF kapasitas 15 ton senilai Rp 2,5 miliar, pembangunan kantor Rp 300 juta, pemindahan timbangan Rp 300 juta serta peningkatan kualitas jalan akses melalui DPUPR sebesar Rp 800 juta.
Namun demikian, Yuli mengungkapkan kebutuhan ideal pembangunan TPA Bokong Semar tahun 2026 mencapai Rp 13,5 miliar.
Kebutuhan tersebut meliputi tambahan mesin RDF kapasitas 15-20 ton senilai Rp 5 miliar, penambahan cell seluas 0,4 hektar Rp 3 miliar serta peningkatan kualitas jalan akses Rp 1,6 miliar.
“Dengan keterbatasan anggaran, kami menyusun rencana pembangunan bertahap hingga 2029,” jelas Yuli.
Pada tahun 2027, DLH merencanakan peningkatan kualitas jalan akses serta pembangunan TPST RDF kapasitas 60 ton, dengan total kebutuhan anggaran untuk pengurugan Rp 4 miliar, hanggar Rp 6 miliar dan mesin Rp 12 miliar.
Rencana serupa juga di lanjutkan pada tahun 2028. Di sertai peningkatan kualitas jalan akses senilai Rp 1,6 miliar.
Sementara khusus tahun 2029, DLH merencanakan pembangunan cell baru di TPA Bokong Semar dengan luas satu hektar dan kebutuhan anggaran sekitar Rp 7 miliar.


