SLAWI, smpantura – Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal merupakan salah satu desa tertua di Kabupaten Tegal. Berdirinya Desa Kalisapu agaknya tak lepas dari sosok Mbah Suro Dikoro Hadiningrat. Namun demikian, tidak banyak yang mengetahui bahwa Mbah Suro merupakan salah satu tokoh berdirinya Desa Kalisapu.
Makam Mbah Suro Dikoro Hadiningrat berada di Jalan Lele RT 3 RW 1 Desa Kalisapu. Sayangnya, makan ini tak terawat dengan baik. Makam kuno itu berbaur dengan pemakaman umum warga setempat.
Namun, nisan Mbah Suro Dikoro Hadiningrat tidak seperti nisan pada umumnya. Nisan menggunakan batu lama seperti batu granit. Terdapat pahatan berpola yang tidak di temukan nisan makam saat ini. Pada zaman dahulu, makam itu di tutup dengan cungkup atau joglo. Karena perkembangan zaman dan bangunan yang sudah lapuk, maka makam di bongkar. Kini, makam itu di sandingkan dengan makam lainnya.
Di sebelahnya, juga terdapat makam kuno. Kendati tidak ada nisannya, namun batu bata yang di gunakan untuk makan terlihat sangat lama. Batu bata berukuran besar di bandingkan dengan ukuran batu bata saat ini.
“Saya melihat sejak kecil makam Mbah Suro Dikoro Hadiningrat ada cungkupnya. Tapi, saat ini telah di bongkar,” kata warga Kalisapu, Hendro saat di temui di rumahnya, Rabu 14 Januari 2026.
Keturunan
Hendro yang masih keturunan Mbah Ki Karyadi atau di kenal Ki Yadi, menuturkan, Mbah Suro Dikoro Hadiningrat merupakan Kuwu Desa Kalisapu. Kuwu merupakan jabatan kepala desa pada zaman dahulu. Sedangkan, leluhurnya Ki Yadi juga di percaya sebagai tokoh masyarakat Kalisapu yang hidupnya di zaman yang sama dengan Mbah Suro.


