BATANG, smpantura – Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi, menyatakan komitmen lembaganya untuk mendukung penuh rencana relokasi warga terdampak longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang. Dirinya mengungkapkan, hal itu sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
”Kami mendukung penuh rencana relokasi berkaitan dengan warga yang terkena dampak bencana. Intinya, Pemerintah Kabupaten Batang harus mampu menciptakan suasana aman bagi warganya,” ujar Suudi di kantor DPRD Batang, Kamis (29/1).
Bencana longsor melanda Desa Pranten akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hingga sore pada Jumat (23/1). Bencana longsor tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, ketika tebing tanah di kawasan permukiman warga runtuh dan menimbun rumah-rumah penduduk serta memutus akses jalan antardukuh.
Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Batang mencatat, dua rumah warga rata dengan tanah, sementara sedikitnya 12 rumah lainnya mengalami kerusakan akibat terjangan material longsor. Selain merusak permukiman, longsor juga menutup jalur vital menuju Dukuh Pranten dari arah Rejosari dan Deles akibat timbunan tanah dan pohon tumbang.
Kondisi tersebut membuat kehidupan warga nyaris terhenti, karena akses air bersih untuk Dukuh Rejosari dan Sigemplong terputus total, diperparah dengan padamnya aliran listrik di seluruh wilayah Desa Pranten. Meski kerusakan material tergolong masif, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun rasa trauma masih membekas di benak warga. Dari total 170 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Rejosari, 110 KK terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di wilayah Dieng Kulon demi keselamatan, sementara 60 KK lainnya bertahan di sekitar lokasi dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Suudi menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian solusi jangka panjang.


