Monumen RM Bambang Soeprapto merupakan karya pematung Heru Joning Siswanto. Patung itu berdiri di tengah taman seluas 70 x 24 meter yang dirancang oleh Seno Aditya dan M. Danar Sasmito. Seluruh pembangunan menggunakan dana pribadi keluarga ahli waris, sementara pengelolaan dan perawatan taman akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.
Di sejumlah sudut taman, pengunjung dapat menemukan penjelasan sejarah perjuangan RM Bambang Soeprapto, mulai dari masa merebut hingga mempertahankan kemerdekaan, termasuk perannya dalam sejarah Satuan Brimob.
Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, gagasan pembangunan taman dan monumen ini bermula saat keluarga ahli waris menemuinya ketika ia masih menjabat Kapolda Jawa Tengah. Inisiatif tersebut kemudian ditindaklanjuti Komandan Satuan Brimob melalui koordinasi dengan Pemkot Semarang hingga akhirnya Taman Gajahmungkur dipilih sebagai lokasi.
“Prosesnya memakan waktu sekitar satu tahun sampai akhirnya hari ini bisa kita resmikan. Masyarakat Jawa Tengah patut bangga karena memiliki monumen yang harus kita uri-uri sebagai bagian dari budaya dan sejarah. Kami berterima kasih kepada ahli waris dan Ketua PKBB Imam Sujarwo,” kata Ahmad Luthfi.
Ia mengenang RM Bambang Soeprapto sebagai sosok pejuang yang gigih dan pantang menyerah. Almarhum tercatat sebagai Komisaris Polisi II sekaligus Ketua Polisi Istimewa yang menjadi cikal bakal Mobile Brigade (Brimob). Ia juga terlibat langsung dalam memimpin Pertempuran Lima Hari di Semarang.
“Monumen ini menjadi tetenger, penanda sejarah, bahwa di tempat ini pernah terjadi Pertempuran Lima Hari Semarang yang dimotori putra terbaik Jawa Tengah, RM Bambang Soeprapto,” ujarnya.


