PEKALONGAN, smpantura – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan upaya penanganan bencana banjir yang melanda Kota dan Kabupaten Pekalongan. Sejumlah pompa air di kerahkan ke lokasi terdampak. Dan di sertai penyaluran bantuan logistik senilai ratusan juta rupiah bagi warga.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan seluruh jajaran terkait agar segera melakukan penanganan secara terpadu. Sekaligus memastikan berbagai kebutuhan mendesak masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
“Apa yang di perlukan pengungsi, segera tangani,” ujar Gubernur.
Di tegaskan, melalui koordinasi jajaran Pemprov Jawa Tengah, pemerintah daerah, serta instansi terkait, ia menginstruksikan seluruh langkah penanganan darurat mesti berjalan terpadu, dan tepat sasaran.
Pemerintah provinsi mengerahkan dukungan logistik, bantuan kebutuhan dasar, serta penguatan penanganan dampak banjir bagi warga terdampak. Pemerintah komitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat Pekalongan, memastikan keselamatan warga, dan mengawal proses pemulihan hingga kondisi kembali normal.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catur Penanggungan, mengungkapkan, bantuan pertama di lakukan pada 7 Januari 2026. Yakni Rp 169.731.854 untuk Kota Pekalongan dan Rp 182.236.270 untuk Kabupaten Pekalongan. Bantuan yang di salurkan saat itu total Rp 359.395.578
“Bantuan Pemerintah Jawa Tengah terus berlanjut untuk korban banjir di Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Sosial, BPBD dan Dishanpan setempat Rp 187.109.308 serta Rp 25.000.000 dari Korpri Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Selain itu, sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sejumlah sarana dan prasarana diterjunkan total 12 mobile pompa. Dari DPUPR Provinsi Jawa Tengah 8 unit pompa dan BPBD Kabupaten/kota 4 unit pompa (Demak, Kota Semarang, Kota Solo dan Pemalang).


