TEGAL, smpantura – Kebiasaan sederhana seperti minum secangkir kopi atau teh setiap hari tak hanya jadi teman keseharian, tetapi juga berpotensi menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko demensia seiring bertambahnya usia, menurut penelitian terbaru.
Menurut Journal of the American Medical Association (JAMA) melaporkan bahwa konsumsi rutin kopi dan teh berkafein dapat menurunkan risiko demensia. Dengan kisaran 15–18 persen di bandingkan individu yang tidak mengonsumsi minuman berkafein. Mereka mencatat, manfaat paling nyata muncul pada kelompok yang mengonsumsi 2–3 cangkir kopi berkafein atau 1–2 cangkir teh berkafein per hari. Tim peneliti juga menemukan adanya peningkatan skor kognitif pada partisipan yang rutin mengonsumsi kopi atau teh berkafein.
Penelitian lain yang di muat dalam European Journal of Epidemiology turut memperkuat temuan tersebut. Dalam studi itu, peneliti mencatat bahwa peserta yang meminum dua cangkir atau lebih kopi setiap hari mengalami penurunan risiko demensia sebesar 28–37 persen di bandingkan mereka yang hanya mengonsumsi kurang dari satu cangkir per hari. Selain itu, para peneliti juga mengamati bahwa konsumsi teh dalam jumlah sedang berkontribusi terhadap penurunan risiko demensia pada sebagian kelompok responden.
Para ilmuwan menduga kandungan bioaktif dalam kopi dan teh, seperti kafein dan polifenol, berperan penting dalam menjaga kesehatan otak. Senyawa tersebut di yakini mampu memperlambat degenerasi sel saraf dan menekan peradangan. Serta menjaga fungsi pembuluh darah otak sebagai bagian dari mekanisme perlindungan terhadap penurunan kognitif.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa hubungan ini bersifat asosiasi. Bukan sebab-akibat langsung, dan konsumsi kopi atau teh hanyalah salah satu aspek dari gaya hidup sehat. Kombinasi pola makan seimbang, olahraga, dan stimulasi kognitif tetap menjadi kunci dalam menjaga kesehatan otak.


