Tren Serat Viral di TikTok, Sehat atau Berisiko Jika Berlebihan?

FOTO: Ilustrasi Makanan Tinggi Serat

TEGAL, smpantura – Tren kesehatan fibermaxxing ramai di TikTok dan Instagram, mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi serat demi pencernaan lebih sehat. Namun pakar mengingatkan, konsumsi serat tetap harus sesuai kebutuhan tubuh.

Dalam tren ini, warganet biasanya menambahkan sumber serat tinggi ke menu harian, seperti mencampurkan chia seed atau flaxseed ke dalam yogurt dan smoothie, mengonsumsi oatmeal dan granola tinggi serat saat sarapan, memperbanyak sayuran hijau, buah utuh seperti apel dan pir, hingga menggunakan suplemen serat instan berbahan psyllium husk. Bahkan, ada yang sengaja mengganti nasi putih dengan beras merah atau quinoa demi menaikkan asupan serat harian.

Berdasarkan rekomendasi Institute of Medicine, kebutuhan serat orang dewasa berkisar 25–30 gram per hari. Serat terdiri dari serat larut yang membantu mengontrol gula darah dan kolesterol, serta serat tidak larut yang berperan melancarkan buang air besar.

BACA JUGA :  Mau Sarapan Nasi Ponggol Tegal? Cobain di Tiga Tempat Ini Dulu, Dijamin Ketagihan

Ahli gizi klinis Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K), dalam keterangannya kepada Antara, menilai tren ini positif karena meningkatkan kesadaran pentingnya serat. Namun ia menegaskan konsumsi berlebihan tanpa peningkatan bertahap dan asupan cairan cukup dapat memicu kembung, gas berlebih, hingga sembelit.

Sejumlah publikasi di Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology juga menekankan bahwa manfaat serat sangat di pengaruhi jenis, jumlah, dan kondisi individu. Karena itu, pakar menyarankan peningkatan serat di lakukan secara bertahap dengan pola makan tetap seimbang.