Wagub Jateng Luruskan Isu Pendirian SMA Negeri di Pati, Fokus Tambakromo dan Jaken

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah.

SEMARANG, smpantura – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa rencana pendirian SMA Negeri di Kabupaten Pati di prioritaskan untuk Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken, bukan Kecamatan Margoyoso.

Ia menyampaikan penegasan tersebut saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin 9 Februari 2026.

Audiensi itu berlangsung sebagai respons atas keresahan masyarakat serta pengelola sekolah swasta terkait adanya sosialisasi rencana pembangunan SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan paguyuban menyampaikan bahwa Kecamatan Margoyoso saat ini telah memiliki lembaga pendidikan menengah yang memadai, baik dari segi jumlah maupun kualitas, dengan keberadaan sembilan Madrasah Aliyah, lima SMK, dan satu SMA.

“Margoyoso sudah memiliki banyak lembaga pendidikan menengah. Karena itu, kami berharap perhatian pemerintah di arahkan pada penguatan kualitas. Sekolah dan madrasah di Margoyoso siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Birhad, perwakilan Paguyuban Madrasah Aliyah Margoyoso.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Luncurkan Program Rengganis Pintar, Dorong Jateng Jadi Pusat Industri Hijau Nasional

Menanggapi hal tersebut, Yasin menegaskan sosialisasi yang sempat beredar bukan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Jadi yang sosialisasi kabupaten ya, bukan kita,” ujarnya.

Data dan Perencanaan

Menurut Yasin, berdasarkan data dan perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, masih terdapat wilayah di Kabupaten Pati yang membutuhkan penguatan akses pendidikan menengah. Wilayah tersebut berada di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken yang masuk kategori blank spot pendidikan.