Tradisi Imlek dan Maknanya dalam Budaya Tionghoa

FOTO : Barongsai

TEGAL, smpantura – Tahun Baru Imlek bukan sekadar momen libur panjang, tetapi juga merupakan perayaan budaya yang kaya akan makna simbolis dan tradisi turun-temurun bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul keluarga, tetapi juga sarat dengan ritual yang di percaya membawa keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan sepanjang tahun yang baru.

Imlek di rayakan berdasarkan kalender lunar Tiongkok. Yang biasanya jatuh antara akhir Januari hingga Februari berdasarkan penanggalan Gregorian. Perayaan ini telah berlangsung ribuan tahun dan berakar dari tradisi agraris masyarakat Tiongkok kuno untuk menyambut musim semi dan tahun baru. Sebagai simbol awal kehidupan yang baru serta harapan akan rezeki melimpah. Tradisi ini tidak hanya di lihat sebagai hari raya semata, tetapi juga wahana untuk mempererat ikatan sosial dan keluarga.

Tradisi

Salah satu tradisi yang paling terkenal dalam perayaan Imlek adalah pemberian angpao. Yaitu amplop merah berisi uang yang di berikan oleh orang dewasa kepada anak-anak atau anggota keluarga yang lebih muda. Penelitian jurnal Makna Simbolik Tradisi Angpao Perayaan Imlek menunjukkan bahwa angpao memiliki makna simbolik. Yaitu berupa harapan akan keberuntungan, berkat, dan keselamatan di tahun baru. Amplop merah itu sendiri di percaya dapat mengusir energi negatif dan membawa keberuntungan.

BACA JUGA :  Mitos Keluar Saat Magrib, Digondol Kalong Wewe

Selain angpao, tradisi lain yang akrab dengan Imlek adalah membersihkan rumah sebelum pergantian tahun. Hal tersebut di percaya mengusir energi buruk dan menyambut energi baru. Setelah pergantian tahun tiba, keluarga biasanya berkumpul untuk makan malam keluarga besar (reunion dinner), yang di anggap sebagai inti dari perayaan karena memperkuat solidaritas keluarga.

Tak lengkap rasanya jika Imlek di rayakan tanpa pertunjukan budaya seperti barongsai atau liong (tarian singa dan naga). Pertunjukan ini memiliki akar budaya yang panjang sebagai simbol untuk mengusir roh jahat sekaligus membawa energi positif dan keberuntungan pada tahun yang baru. Warna-warna cerah, suara musik, serta tarian yang dinamis menjadi daya tarik utama dalam perayaan di berbagai komunitas. Termasuk perayaan di kota-kota besar Indonesia.

Dengan berbagai ritual dan tradisi tersebut, Imlek tidak hanya sekadar hari libur, tetapi menjadi ruang budaya untuk merawat nilai kebersamaan, spiritualitas, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.