Gunakan Kayu Pinus Warga Desa Wisnu dan Majakerja Bangun Jembatan Darurat

PEMALANG, smpantura – Warga Desa Wisnu dan Majakerja, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang bersama pemerintah setempat bergotong royong membangun jembatan daurat. Atas ijin dari pemilik tanah dan Perhutani setempat masyarakat bergerak cepat membangun jembatan darurat di perkirakan dalam waktu dua atau tiga hari kedepan bisa di lalui warga.

“Akibat jembatan utama yang menghubungkan Desa Semingkir menuju Watukumpul (jembatan Mendelem) rusak akibat tanah bergerak yang terjadi beberapa hari terakhir. Kami dari pemerintah kecamatan, desa serta masyarakat mengambil solusi untuk membangun jembatan darurat. Sebab jembatan Mendelem berbahaya apabila di lalui. Jembatan darurat ini di peruntukkan untuk pejalan kaki atau kendaraan roda dua. Sedangkan mobil harus lewat jalur lainnya,” ujar Camat Watukumpul, Arief Rachman Hakim, Minggu, 8 Februari 2026.

BACA JUGA :  PKH Bukan Bantuan Permanen, Melainkan Jaringan Sementara

Ia mengatakan, dua Kepada desa yaitu Desa Wisnu dan Majakerja bersama puluhan warga bergerak cepat membuat jembatan darurat. Jembatan tersebut panjangnya sekitar 10 meter dan lebar sekitar dua meter, dan cukup di lalui kendaraan roda dua.

Material jembatan menggunakan batang pohon pinus milik Perhutani yang sudah roboh dan rencananya di tutup pakai bambu agar lebih aman dan nyaman di lalui masyarakat. Pembangunan jembatan darurat dapat dukungan dan ijin dari pemilik tanah maupun Perhutani demi kepentingan masyarakat. (**)