Sejarah Sungai Ciranggarung, Ada Sejak Zaman Prasejarah Berperan Penting

BREBES, smpantura – Sungai Cisanggarung merupakan salah satu sungai penting di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Khususnya, di Kecamatan Losari Brebes (Jawa Tengah) dan Losari Cirebon (Jawa Barat). Sejak masa lampau, sungai ini bukan sekadar aliran air, melainkan nadi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pesisir utara Jawa.

Dalam catatan tutur dan sejarah lokal, Sungai Cisanggarung telah di manfaatkan sejak masa kerajaan-kerajaan Nusantara. Terutama, pada era Kerajaan Cirebon. Lalu bagaimana sejarahnya?

Sungai Cisanggarung ini berhulu di Waduk Darma, Kuningan, Jawa Barat, dengan panjang 62,50 kilometer. Semenatara muara sungai ini berada di Laut Jawa, tepatnya di Desa Limbangan, Kecamata Losari, Brebes. Keberadaannya Sungai Cisanggarung ini, sering di kaitkan dengan pergerakan Islam di Brebes dan wilayah Cirebon timur

Dari berbagai sumber yang di gali, awal keberadaan Sungai Cisanggarung ini, sudah ada sejak zama prasejarah. Sekitar abat ke-14, fungsi sungai ini semakin penting karena dijadikan sebagai sumber air utama bagi masyarakat Sunda.

BACA JUGA :  Satu Pegiat Sastra Tegalan Masuk Nominasi Anugerah Kebudayaan Jateng 2025

Pada abad ke-16, Sungai Cisanggarung mulai di gunakan oleh Kerajaan Sunda untuk sistem irigasi sawah dan ladang. Sejak saat itu, keberadaannya memainkan peran krusial dalam pertahanan, pertanian, dan penyebaran Islam di pesisir utara.

Sementara di Masa Kolonial, pihak Belanda menggunakan Sungai Cisanggarung sebagai sumber air. Baik untuk kebutuhan industri, pertanian, hingga membangun bendungan untuk mengontrol alirannya.

Asal Nama Cisanggarung

Menurut catatan sejarah dalam Babad Cirebon, nama Sungai Cisanggarung berasal dari nama salah seorang Raja Losari. Yakni, Ki Ageng Sanggarung. Namun ada versi lain yang menyebut, nama Cisanggarung diberikan karena sungai ini dianggap sebagai tempat perlindungan bagi masyarakat sekitar.