Tegal  

Pesisir Pantai Tegal, Dipenuhi Sampah Kayu

TEGAL,smpantura – Sepanjang pesisir Pantai Tegal, khususnya di lokasi wisata Pantai Alam Indah (PAI), kini dipenuhi limbah sampah kayu berbagai ukuran, sejak dua hari terakhir. Kondisi itu mengganggu wisatawan yang ingin menikmati keindahan lokasi wisata unggulan di Kota Bahari.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya SIK MH, yang menerima laporan dari Kasatpolairud AKP Susanto, langsung memerintahkan jajaran kesatuan kepolisian itu untuk melakukan aksi bersih-bersih limbah kiriman dari bagian huludi, di sepanjang pantai tersebut, Selasa (27/1).

”Kiriman limbah kayu ini, khayaknya akibat terjadinya banjir di bagian hulu di kaki Gunung Slamet. Seperti dari wilayah Guci, kemudian masuk ke Kali Ketiwon, Kali Pah, Kali Sipait. Limbah ini masuk ke laut, dan tersapu ombak laut. Selanjutnya menyebar ke pesisir pantai di Kota Tegal, seperti yang terlihat di PAI ini,” terang AKP Susanto.

Sebagai informasi, banjir besar terjadi di wilayah atas di kaki Gunung Slamet, dalam dua hari terakhir. Mulai di sejumlah wilayah di Pemalang, Kabupaten Tegal (Guci, Bumijawa) dan Kabupaten Brebes terutama di wilayah Bumiayu dan sekitar.

BACA JUGA :  PKKMB Poltek Harber 2024, Direktur : Bangun dan Wujudkan Mimpi Sejak Jadi Mahasiswa Baru

Dampak banjir itu, debit air di sejumlah sungai di wilayah bawah Kota Tegal seperti Sungai atau Kali Ketiwonnaik. Kali Ketiwon adalah banjir kanal yang membelah Kota Tegal dan Kabupaten Tegal. Hal sama juga terjadi di aliran Kali Pemali Brebes. Kondisi itu sangat di rasakan di pesisir Pantai Alam Indah yang terlihat di kotori limbah kayu yang di bawa arus deras banjir.

Untuk membersihkan limbah kayu yang mengotori pesisir pantai di Kota Tegal, Kasatpolair Polres Tegal Kota AKP Susanto bersama belasan personelnya langsung menggelar Aksi Bersih Pesisir. Kerja bhakti itu, juga di dukung sejumlah relawan pengawas pantai, Pokdarwis dan sejumlah pedagang di lokasi wisata tersebut.

Respon Cepat

Langkah itu di ambil sebagai bentuk respon cepat Polri dalam menjaga estetika dan kebersihan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Tegal. Tumpukan kayu dan ranting yang terbawa arus laut tersebut di nilai tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan para wisatawan yang beraktivitas di pinggir pantai.