SLAWI, smpantura – Banjir bandang menerjang Kawasan Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Dari informasi sejumlah pihak, banjir kali ini lebih dahsyat di banding banjir pada akhir Desember 2025 lalu.
Kesaksian warga setempat memperkuat gambaran dahsyatnya banjir bandang tersebut. Ketua RT setempat Suritno menyebut banjir terjadi dalam dua gelombang besar pada dini hari.
Menurutnya, gelombang pertama terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, air mulai naik dan menggeser sisa bangunan rumah warga yang sebelumnya pernah terdampak banjir.
“Saya sempat memperingatkan pemilik motor di area Pancuran 13 agar segera memindahkan kendaraannya karena air terus naik,” tutur Suritno.
Gelombang kedua yang lebih besar terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dan menjadi puncak banjir. Suara gemuruh air bercampur material longsor terdengar sangat keras hingga radius sekitar 250 meter ke arah permukiman warga.
“Itu yang paling besar. Suaranya keras sekali. Air baru mulai surut sekitar pukul 02.30 WIB, meskipun hujan masih deras,” katanya.
Akibat terjangan banjir, dua jembatan di laporkan hancur setelah tertabrak material kayu besar yang terbawa arus dan membendung aliran sungai. Longsor juga terjadi di sekitar bantaran sungai, di sertai dentuman keras yang sempat membuat warga panik. Selain itu, jaringan pipa air bersih milik warga ikut hanyut, menyebabkan terganggunya pasokan air bersih di Desa Guci.
Sebagai langkah cepat, Suritno bersama perangkat lingkungan langsung melakukan woro-woro untuk membangunkan warga di RT 01, 02, dan 03 agar segera waspada. Ia juga menginstruksikan para pemuda setempat untuk berjaga di sepanjang aliran sungai guna memantau kondisi air selama situasi masih gelap.


