SLAWI, smpantura – Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, Dukuh Wanagopa, di padati ratusan jamaah pada Jumat malam (16/1/2026) . Takmir Masjid Jami’ Baitul Muttaqin dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Wanagopa menggelar pengajian umum dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah.
Acara di awali laporan capaian koin NU tahun 2025 dari masyarakat duku Wanagopa oleh Ustad Abdul salam S.Ag.
Acara yang bertepatan dengan tanggal 27 Rajab ini menghadirkan penceramah Ustad Syahroni dari Warureja Tegal. Dalam mauidhoh hasanah-nya, Ustad Syahroni mengupas kisah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, khususnya peristiwa yang menggambarkan siksa bagi mereka yang melalaikan sholat.
“Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, Nabi di perlihatkan sekelompok orang yang memukuli kepalanya sendiri hingga hancur. Itu adalah gambaran bagi mereka yang semasa hidupnya enggan melaksanakan sholat,” terang Ust. Syahroni di hadapan jamaah.
Ia mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk bersyukur masih di beri hidayah dan kemampuan untuk menegakkan sholat, terutama secara berjamaah. Menurutnya, istiqomah dalam berjamaah adalah ciri khas orang-orang alim dan sholih yang harus di teladani.
Mengutip pandangan Imam Al-Ghazali, Ust. Syahroni menambahkan bahwa sholat adalah bentuk perjanjian hamba dengan Allah. “Orang yang menjaga sholatnya memiliki perjanjian dengan Allah SWT. Kelak, perjanjian itulah yang bisa menjadi wasilah (perantara) untuk memohon pertolongan Allah SWT agar terhindar dari api neraka,” imbuhnya.
Manfaat Nyata Koin NU
Selain siraman rohani, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi kemandirian organisasi. Rois Syuriyah Ranting NU Wanagopa KH Sodikin dalam sambutannya kembali menggelorakan semangat berinfaq melalui program Koin NU (Kotak Infak Nahdlatul Ulama).


