Brebes  

Wakil Ketua DPRD Brebes, Momentum Isra Mi’raj Jadikan Spirit Etos Pelayanan Publik

BREBES, smpantura – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi ruang refleksi spiritual yang sarat makna. Bahkan tidak hanya bagi umat Islam secara personal. Tetapi juga bagi para pemangku kebijakan dalam menjalankan amanah publik.

Hal ini di tekankan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes, Moch Iqbal Tanjung. Pria yang juga pengasuh pondok pesantren di Jatirokeh Songgom ini menilai, Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis keagamaan. Melainkan perjalanan spiritual yang mengandung pesan kepemimpinan, kejujuran, dan tanggung jawab moral. Ini juga sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini.

“Isra Mi’raj mengajarkan setiap amanah harus di jalani dengan kesungguhan, keikhlasan, dan integritas. Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat sebagai pondasi disiplin dan tanggung jawab. Ini relevan bagi siapa pun yang memegang Amanah. Termasuk kami di lembaga Legislatif,” katanya, Jumat (26/1/2026).

BACA JUGA :  DPC Progib Brebes Gelar Syukuran Pelantikan Prabowo-Gibran di Bukit Sendari

Perintah shalat dalam peristiwa Isra Mi’raj, lanjut dia, bukan hanya ritual ibadah. Tetapi simbol kedisiplinan, komitmen, dan pengendalian diri. Nilai-nilai ini seharusnya tercermin dalam sikap wakil rakyat. Yakni, saat mereka merumuskan kebijakan maupun mengawal aspirasi masyarakat.

Sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Iqbal juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai spiritualitas dalam ruang-ruang pengambilan keputusan publik. Ia menilai tantangan pembangunan saat ini bukan hanya persoalan fisik dan ekonomi. Tetapi juga krisis keteladanan dan kepekaan sosial.

“Isra Mi’raj mengingatkan kita bahwa kemajuan tidak boleh meninggalkan nilai-nilai moral. Pembangunan harus berorientasi pada kemaslahatan, keadilan, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil,” ungkapnya.