TEGAL, smpantura – PT KAI Daerah Operasional 4 Semarang memastikan adanya ongkos bongkar bagi warga Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, yang terdampak rencana pengembangan implasemen Stasiun dan Depo Tegal.
Ongkos bongkar tersebut di berikan kepada warga yang rumahnya berdiri di atas lahan aset PT KAI dan masuk dalam area yang akan di sterilkan untuk kepentingan operasional perkeretaapian.
Manajer Penjagaan Aset PT KAI Daop 4 Semarang, Rifialda mengatakan, besaran ongkos bongkar telah di atur melalui Surat Keputusan atau SK perusahaan dan di sesuaikan dengan jenis bangunan.
“Untuk bangunan semi permanen, ongkos bongkarnya Rp 200 ribu per meter persegi. Sementara bangunan permanen Rp 250 ribu per meter persegi,” jelas Rifialda.
Menurutnya, dalam tahap awal pengembangan terdapat sekitar 28 bangunan warga yang di proyeksikan terdampak.
Penertiban di rencanakan dapat di lakukan sebelum bulan puasa, seiring dengan dimulainya pekerjaan menuju Depo Tegal.
“ni bagian dari pengembangan implasemen Stasiun Tegal. Bangunan yang terdampak ada sekitar 28 dan di rencanakan bisa di laksanakan sebelum puasa,” katanya.
Rifialda menambahkan, mekanisme dan teknis pembongkaran telah di sampaikan kepada warga melalui pengurus RT setempat.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah masukan, terutama terkait waktu pelaksanaan dan nilai kompensasi.
“Ada warga yang meminta waktu pembongkaran di tunda. Sekalian juga soal kompensasi yang diminta bisa di tambah,” ujarnya.
PT KAI, lanjut Rifialda, pada prinsipnya memahami aspirasi tersebut.
Seluruh usulan warga, baik terkait waktu pembongkaran maupun besaran ongkos bongkar, akan di sampaikan kepada pimpinan untuk di pertimbangkan lebih lanjut.


