BOYOLALI, smpantura – Desa dan kepala desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pembangunan nasional. Pembangunan desa perlu diarahkan berbasis potensi dan kearifan lokal agar selaras dengan karakter serta sumber daya tiap wilayah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pembangunan nasional yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila desa dijadikan fondasi utama melalui penguatan potensi lokal dan kepemimpinan kepala desa.
Pernyataan tersebut di sampaikan Ahmad Luthfi saat menjadi narasumber dalam Lokakarya Desa/Kelurahan Berprestasi dalam rangkaian Peringatan Hari Desa Nasional di Pendopo Gedhe, Kabupaten Boyolali, Rabu, 14 Januari 2026.
“Pembangunan nasional harus berangkat dari desa. Kepala desa harus bangga sebab merekalah ujung tombak pembangunan nasional,” ujar Ahmad Luthfi di hadapan ratusan kepala desa dan kelurahan berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Lokakarya tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani. serta Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, La Ode Ahmad P Bolombo.
Paparan
Dalam paparannya, Ahmad Luthfi menekankan desa dan kelurahan yang telah meraih prestasi harus menjadi pionir pembangunan di wilayah masing-masing. Ia menyebutkan, arah kebijakan dan implementasi pembangunan desa harus berorientasi pada pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kemiskinan tidak bisa di perangi oleh satu unsur saja, tetapi harus di lakukan secara terintegrasi oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga kementerian,” katanya.


