Slawi  

DPK Perbankan di Wilayah OJK Tegal Tumbuh 10,18 Persen

SLAWI, smpantura – Kinerja industri jasa keuangan (IJK) di wilayah Tegal tetap stabil dan tumbuh positif sepanjang tahun 2025, di tengah dinamika perekonomian nasional.

Stabilitas tersebut di dukung oleh kinerja perbankan yang terjaga dan pertumbuhan sektor jasa keuangan nonbank. Serta peningkatan jumlah investor pasar modal, seiring dengan penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Demikian di sampaikan Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita dalam kegiatan Media Briefing Kantor OJK Tegal yang di selenggarakan di Semeru Cafe and Resto, Kota Tegal, Kamis (8/1/2026).

Kurnia menuturkan, per November 2025 perkembangan kinerja perbankan. Yang meliputi Bank Umum (BU), Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), Bank Perekonomian Rakyat (BPR), serta Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di wilayah kerja Kantor OJK Tegal terjaga baik dan tumbuh positif.

Hal ini tercermin dari angka pertumbuhan yang positif, yakni pada penghimpunan dana pihak ketiga sektor perbankan di wilayah kerja Kantor OJK Tegal. Yang tercatat sebesar Rp49,69 Triliun atau tumbuh positif 10,18 persen yoy di banding November 2024 sebesar 45,10 Triliun.

BACA JUGA :  Dinas Kesehatan Gelar Jambore Kader Kesehatan

Fungsi Intermediasi

Selain itu, fungsi intermediasi perbankan juga mengalami pertumbuhan meskipun cukup melambat. Tercermin dari total penyaluran kredit/pembiayaan perbankan di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan meningkat sebesar 1,83 persen yoy menjadi Rp53,58 Triliun dari sebelumnya Rp 52,62 Triliun,

Kurnia menuturkan, berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar yaitu pada sektor perdagangan besar dan eceran (PBE). Bukan lapangan usaha. Lainnya, jasa kemasyarakatan, sosial budaya, dan hiburan, rumah tangga dan konstruksi dengan share mencapai 85 persen dari total seluruh kredit pada sektor perbankan.