Slawi  

Bupati Tegal Resmi Luncurkan Tegal Great Sale 2026

Wujud Kolaborasi Membangun Ekonomi Lokal

SLAWI, smpantura – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, secara resmi meluncurkan Tegal Great Sale 2026 di Pondok Pesantren Kawit An Nur Slawi, Minggu (4/1/2026).

Grand Launching Tegal Great Sale, di tandai dengan pemukulan rebana oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman di dampingi Sekda Amir Machmud. Dan Kepala Biro Kesra Jateng Muhammad Yusuf yang mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Kabupaten Tegal, Mokhamad Amin. Serta Pembina dan jajaran Yayasan Kawit An Nur, di Pondok Pesantren Kawit An Nur Slawi H. Kasriyanto.

Tegal Great Sale merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Serta masyarakat untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah yang tengah lesu.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menjelaskan Tegal Great Sale merupakan gerakan bersama untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. Melalui penguatan sektor perdagangan dan jasa, serta pemberdayaan UMKM.

Tegal Great Sale

Tegal Great Sale bukan sekadar ajang promosi, melainkan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Hingga masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan

BACA JUGA :  Truk Box Pengangkut Ayam Terbalik di Jalan Leter S Arah Guci Tegal

“Pembangunan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan. Pendidikan pesantren membentuk karakter, akhlak, dan etika, sementara kegiatan ekonomi mendorong kemandirian dan kesejahteraan. Sinergi antara nilai spiritual dan aktivitas ekonomi inilah yang menjadi kekuatan Kabupaten Tegal dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” ujar Bupati Ischak.

Tegal Great Sale ini juga sejalan dengan arah pembangunan ekonomi nasional. “Pemerintah pusat terus menjaga stabilitas perekonomian sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan menuju tahun 2026. Berdasarkan rilis resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, stabilitas makroekonomi yang terjaga, di dukung oleh konsumsi masyarakat. Serta aktivitas dunia usaha, dan iklim investasi yang kondusif, menjadikan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 semakin menguat dan diproyeksikan berada di kisaran 5,4 persen,” terangnya.