Tegal  

Inilah Burung Hias yang Paling Diminati di Kota Tegal

FOTO : Kios Burung Hias Milik Pak Suwarti

TEGAL, smpantura – Minat masyarakat terhadap burung hias di Kota Tegal masih tergolong tinggi. Di tengah perkembangan tren hobi dan tantangan ekonomi, jual beli burung hias tetap berjalan aktif. Dari berbagai jenis burung yang di perdagangkan, lovebird menjadi burung hias yang paling di minati oleh para pecinta burung di Kota Tegal.

Salah satu pedagang burung hias yang merasakan tingginya minat tersebut adalah Pak Suwarti, pedagang asal Pemalang yang membuka kios burung di Kota Tegal. Ia mengaku telah menekuni usaha jual beli burung hias selama kurang lebih empat tahun. Dalam perjalanannya, Suwarti memulai usaha dengan berjualan di pinggir jalan sebelum akhirnya menetap di sebuah ruko.

“Sekarang sudah dua tahun jualan di ruko. Alhamdulillah sampai sekarang masih ramai, terutama pagi dan sore hari,” ujar Pak Suwarti saat di temui di kiosnya.

Kios burung milik Suwarti buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Beragam jenis burung hias tersedia, namun lovebird menjadi yang paling banyak di cari pembeli. Menurutnya, burung ini memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya di gemari.

BACA JUGA :  26.637 Penumpang Kereta Api Turun di Wilayah Daop 4 Semarang

“Perawatannya relatif mudah, warnanya juga menarik, dan kicauannya khas,” katanya.

Selain faktor perawatan, lovebird juga memiliki nilai jual yang cukup stabil. Hal ini membuat burung tersebut tidak hanya di minati sebagai hobi, tetapi juga sebagai peluang usaha bagi sebagian penghobi.

Kios burung hias tersebut berlokasi di Jalan Tentara Pelajar, Kota Tegal, tepat di depan Mess UPT Balai Yasa Tegal. Lokasi strategis ini memudahkan akses para pembeli, baik dari dalam kota maupun luar daerah.

Keberadaan kios burung hias di Kota Tegal tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang interaksi antarpecinta burung. Kondisi ini menunjukkan bahwa hobi burung hias masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat dan turut menggerakkan perekonomian lokal. (**)