BOYOLALI, smpantura — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
“Dengan adanya Koperasi Merah Putih, kepala-kepala desa fokusnya ke koperasi. Sehingga adanya lomba BUMDes ini juga saya berharap bisa menumbuhkan BUMDes berkolaborasi, bersinergi dengan Koperasi Merah Putih,” ujar Wagub dalam sambutannya. Yakni, saat rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026, Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Rabu 14 Januari 2026.
Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin panggilan akrabnya menilai, sinergi antara BUMDes dan KDKMP dapat mempercepat penguatan ekonomi desa. Sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Dia mengungkapkan, BUMDes di Jawa Tengah perlu terus di dorong agar semakin berkembang. Dari 7.810 desa di Jawa Tengah, tercatat sebanyak 7.595 desa atau 97,25% telah membentuk BUMDes. Sementara 215 desa belum membentuk BUMDes. Dari jumlah itu, sebanyak 6.695 BUMDes atau 85,72% telah melakukan input pemeringkatan. Komposisi, Perintis 2.878 BUMDes (46,69%), Pemula 1.922 BUMDes (31,18%). Kemudian, Berkembang 1.269 BUMDes (59%) dan Maju 95 BUMDes (1,54%). Sementara BUMDes yang belum melakukan input pemeringkatan tercatat sebanyak 1.115 BUMDes (14,27%). Adapun jumlah BUMDes yang sudah berbadan hukum per akhir September 2024 sebanyak 2.985 BUMDes (38,22%).
“Sehingga memang perlu kita dorong,” kata Wagub Gus Yasin.
Hari Desa Nasional
Ia berharap, momentum Hari Desa Nasional dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa.


